MODUL “ 1 ”
KEWAJIBAN BERDAKWAH
PENDAHULUAN
Secara umum setiap muslim telah memahami bahwa;Allah Swt
telah memerintahkan kepada Nabi Muhammad
Saw,agar menyampaikan dakwahnya kepada keluarga atau kerabat terdekat
seperti istrinya, anak-anaknya dan perintah
bersikap lemah lembut dan penuh kasih sayang kepada orang-orang yang
mengikuti ajakannya dan memberi peringatan dan ancaman akan adzab yang pedih
kepada yang mendurhakai dakwahnya. Isi dakwahnya untuk meyakini dan
mempercayai bahwa tiada Tuhan selain Allah Tuhan yang maha esa.
Apabila dilihat dari awal kemunculanya, Dakwah merupakan misi
utama yang diemban Rasululullah, pada masa awal aktifitas dakwahnya,
Rasululullah menfokuskan kegiatan dakwah untuk keluarga atau kerabat dekatnya,
kemudian secara berangsur-angsur menyeru masyarakat sekitarnya dan kemudian
kepada manusia seluruhnya. Mula-mula dakwah dilakukan secara
sembunyi-sembunyi, kemudian setelah pengikutnya kuat dilakukan secara
terang-terangan. Inilah awal perintah Allah kepada Nabi Muhammad untuk memulai dakwah menyiarkan agama Allah
agar manusia mentauhidkan kepada-Nya dan beramal saleh.
STANDAR KOMPETENSI
1. Menganalisis ayat-ayat al Qur’an dan al Hadits tentang
kewajiban berda’wah.
KOMPETENSI DASAR
1.1
Menjelaskan dan mengidentifikasi kandungan Al-Qur’an Surah
An-Nahl: 125; QS. Asy-Syu’ara: 214-216, QS. Al-Hijr: 94-96, dan hadits tentang
kewajiban berda’wah.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah menjalani
proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat menjelaskan,
mengidentifikasi dan mengklasifikasi kandungan al-Qur’an surah An-Nahl: 125;
QS. Asy-Syu’ara: 214-216, QS. Al-Hijr: 94-96, dan hadits tentang kewajiban
berda’wah
PENGETAHUAN PRASYARAT
Supaya anda dapat memahami secara
benar apa yang ada pada Modul 01 “Kewajiban Berdakwah”, maka anda disarankan
untuk membaca dan memahami materi sejarah Rasulullah pada masa awal melakukan
Dakwah di Makkah dan materi Dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar.
ALOKASI WAKTU: DUA JAM PELAJARAN (2x45
Menit)
PANDUAN PENGGUNAAN MODUL
1.
Cermati konsep amar ma’ruf nahi munkar untuk mendalami konsep
Berdakwah
2.
Lakukan langkah efektif untuk memahami konsep Kewajiban
Berdakwah
3.
Pahami dengan benar dan mendalam setiap konsep dasar pendukung modul,
4.
Ambilah pengalaman yang bermakna secara teliti yang ada pada modul
5.
Kerjakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan anda.
6.
Catatlah semua kesulitan untuk dibahas pada saat kegiatan tatap muka.
7.
Konsultasikan dengan guru, apabila ada kesulitan dalam mengerjakan tugas.
8.
Bacalah referensi lain yang berhubungan dengan materi dalam modul ini.
9.
Diskusikan dengan teman sekelas untuk memperdalam pemahaman anda
KEGIATAN PEMBELAJARAN SATU
Ekplorasi: Telah banyak perjalanan
sejarah yang kita dengar bagaimana hebatnya tantangan-tantangan kepada
orang-orang yang menyampaikan dakwah bahkan kepada Nabi-Nabi dan Rasul-rasul
untuk menunjukkan betapa tidak ratanya jalan yang harus ditempuh. Namun demikian
mereka tidak pernah mundur barang setapakpun. Sebab bagi kaum muslimin dakwah
adalah suatu tugas suci yang wajib dilaksanakan, tidak perlu cemas dengan
adanya tantangan-tantangan tersebut melainkan tetap optimis tidak perlu ada
keragu-raguan, sehingga tetap teguh keyakinan, teguh keimanan, dakwah tetap
berkumandang cahaya dan syiar Islam sehingga tetap terpancar ke seluruh penjuru
dunia.
Elaborasi: Untuk keperluan mensyiarkan
Islam, maka setiap ummat Islam memiliki tanggung jawab untuk berdakwah. Agar
dakwah yang dijalankan dapat mencapai hasil yang baik, maka dalam berdakwah
harus mengedepankan sikap lemah lembut. Tutur
kata yang baik, fleksibel, metode yang baik, menggunakan bahasa yang mudah
mereka terima sehingga orang yang diseru tertarik, mengikuti ajakan dan senang
terhadap yang didakwahkan. Peringatan dengan cara lemah lembut dan bijaksana
lebih menyentuh hati dan dapat mengenai sasaran dibanding dengan peringatan
yang keras dan kasar. Coba renungkan bagaimana contoh sikap lemah lembut yang mempesona setiap
orang dan menjadi kepribadian juru dakwah...?
Konfirmasi: Sadarilah bahwa untuk mempelajari Al-Qur’an hadis, memerlukan kesungguhan dan
keikhlasan, karena itu disarankan agar anda benar-benar serius dalam belajar
dan ikhlas untuk mendalami kebenaran yang bermanfaat dalam kehidupan dunia
akhirat, selanjutnya
simaklah baik-baik Diskripsi Materi: Al-Qur’an Surah An-Nahl[16]: 125
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ
وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ
هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
(١٢٥)
a.
Terjemah
Ayat: 125: serulah
(manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan
bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih
mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih
mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
b. Penjelasan Ayat
Dalam ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar banyak
menggunakan cara dalam menyampaikan misi dakwah kerasulannya, hal tersebut harus
dilakukan karena beragamnya corak masyarakat dari yang awam sampai dengan kaum
terpelajar dan juga strata sosial yang berbeda hal tersebut tentunya juga akan
dijumpai problem yang berbeda pula. (Depag : 2002, hal 122-125)
Adapun pedoman berdakwah yang
dapat dipegangi diantaranya sebagai berikut :
1. Dakwah lebih banyak
berorientasi kepada materi yang diajarkan. Dakwah itu hendaknya ditujukan
semata-mata karena Allah dan untuk memperoleh ridha-Nya, bukanlah untuk orang
yang berdakwah dan bukan juga untuk golongannya atau kaumnya. Rosulullah
diperintahkan berdakwah agar membawa manusia ke jalan Allah dan untuk agama
semata.
2. Dakwah hendaklah dilakukan
dengan hikmah. Adapun yang dimaksud dengan "Hikmah" yaitu:
hendaklah dakwah berisikan ilmu pengetahuan yang mampu mengungkap faedahnya
untuk kepentingan dan kesejahteraan manusia. Islam sangat menghargai kajian-kajian ilmiah,
tidak seperti penganut agama sebelum Islam. Ilmuwan sering kali menjadi korban
hasil temuannya, seperti Galileo, Arius, Bruno Bauer, George van Paris dan
lain-lain, yang bertentangan dengan pendapat gereja.
Untuk itu seorang da'i harus dapat memilih materi yang sedang
dihadapi oleh manusia pada zamannya. Kalau manusia modern sekarang yang
dihadapai adalah bagaimana cara mengentaskan dampak negatif dari akibat
industrialisasi, kemudian muncul polusi maka ia harus mampu memecahkan
kesulitan yang dihadapi umatnya. Industrialisasi maju tetapi pencemaran dapat
ditekan sampai titik minimal. Demikian ini tidak gampang, oleh sebab itu dakwah
harus disampaikan dengan metode yang tepat dan gaya yang pas, sehingga mereka
tertarik dan tidak merasa berat menerima ajakannya, karena adanya dakwah
tersebut mampu membuat solusi yang baik. Oleh sebab itu dakwah harus dilakukan
oleh orang-orang yang profesional di bidangnya masing-masing
3.
Dakwah hendaklah dilaksanakan dengan lemah lembut, dengan cara yang baik,
dan tidak menimbulkan kegelisahan dan ketakutan karena merasa dipaksa. Berhasil
atau tidaknya tujuan dakwah sangat banyak dipengaruhih oleh metode atau cara
berdakwah. Namun boleh juga diselipkan materi pelajaran yang berisikan
adzab-adzab dan hukuman yang diancamkan Tuhan kepada mereka yang sengaja
berbuat dosa dan kemunkaran, dengan maksud mereka menghidari
perbuatan yang menimbulkan ancaman Tuhan tersebut.
4. Bila dalam dakwah terjadi
perdebatan atau bantahan dengan kaum musrikin atau Ahli Kitab, hendaklah
menjawab bantahan mereka dengan bantahan yang baik. Perdebatan yang baik ialah
perdebatan yang dapat menghambat timbulnya hal-hal yang negatif seperti sombong,
gengsi dan lain sebagainya. Hal ini sangat penting diperhatikan, sebab dengan
cara ini orang akan merasa dihargai dan dihormati, sehingga pada diri mereka
timbul rasa simpatik yang akhirnya mengikuti ajakan dan seruan para da'i.
5. Serahkanlah segala usaha dan
perjuangan kepada Allah, sebab hanya Dia-lah yang Maha Mengetahui siapa-siapa
yang akan diberi petunjuk atau hidayah dan siapa-siapa yang tidak diberinya.
Tugas da'i hanyalah menyampikan ajaran agama dan bukan menentukan hasilnya.
6. Dakwah hendaklah dilaksanakan
dengan cara berulang-ulang dan tidak boleh berhenti karena megalami hambatan,
gangguan ataupun rintangan.
7. Pemberian dakwah harus
berwibawa jangan sampai ada anggapan bahwa dia sama saja dengan mereka
8. Pemberian dakwah harus
memiliki ilmu pengetahuan dan wawasan ilmu yang luas, sehingga tidak
membosankan bagi pendengarnya.
9. Pemberi dakwah haurs
mempunyai kesehatan fisik dan mental
(DEPAG : 2002, hal 113 - 116)
c. Kesimpulan Materi Pembelajaran
1.
Ada tiga metode yang digunakan
untuk berdakwah yaitu Al-Hikamah, Mauidhah Hasanah dan Mujadalah. Dalam
menggunakan metode dakwah, seorang Muballigh harus memperhatikan obyek
dakwahnya.
2.
Hendaklah dakwah dilaksanakan
semata-mata karena Allah dan mengharap ridha-Nya;Hendaklah dakwah dilakukan
dengan hikmah dengan cara baik dan lemah lembut;
3.
Bila terjadi perdebatan,
hendaklah dijawab dengan perdebatan yang baik;Berhasil tidaknya usaha dakwah
hendaklah dikembalikan kepada Allah. Tugas para da'i hanyalah menyampikan agama
Allah, berhasil atau tidak terserah kepada keputusan-Nya.
Memberi peringatan kepada keluarga dan kerabat dekat menjadi kewajiban setiap muslim, karena itu pahamilah dasar-dasar memberikan peringantan kepada keluarga dan kerabat dekat sebagaimana Diskripsi Materi: Asy-Syu’ara[26]: 214-216
وَأَنْذِرْ
عَشِيرَتَكَ الأقْرَبِينَ (٢١٤)وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ
الْمُؤْمِنِينَ (٢١٥) فَإِنْ عَصَوْكَ فَقُلْ إِنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تَعْمَلُونَ (٢١٦)
a.
Terjemah
Ayat: 214. dan berilah
peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat,215. dan rendahkanlah dirimu
terhadap orang-orang yang mengikutimu, Yaitu orang-orang yang beriman.216. jika
mereka mendurhakaimu Maka Katakanlah: "Sesungguhnya aku tidak bertanggung
jawab terhadap apa yang kamu kerjakan";
b.
Penjelasan
Ayat
Kata عَشِيرَة artinya
anggota suku yang terdekat, kata tersebut bersal dari عَاشَرَ yang artinya
bergaul. Kata جَنَاح arti aslinya adalah sayap. Hal ini
menggambarkan perilaku seseorang disamakan dengan burung yang merendahkan
sayapnya apabila hendak mendekati lawan jenisnya atau menlindungi anaknya. Kata
اتَّبَعَ artinya mengikuti namun menurut mufassir Ibnu Asyur ia
menerjemahkan dengan Beriman.
Dalam suatu
Hadits dari Abu Hurairah menyatakan: "Tatkala ayat ini turun,
Rosulullah memanggil orang-orang Quraisy
berkumpul di bukit Shafa. Di antara mereka ada yang datang secara langsung dan
ada yang mengirimkan wakilnya. Setelah mereka berkumpul, kemudian
Rosulullah berkhotbah: "Wahai kaum
Quraisy, selamatkan dirimu dari api neraka, karena sesungguhnya aku tidak bisa
memberi madlarrat dan tidak pula memberi manfaat kepadamu, hai Bani Qushai,
selamatkan dirimu dari api neraka, karena sesungguhnya aku tidak bisa memberi
madlarrat dan tidak pula memberi manfaat kepadamu. Ketahuilah bahwasanya aku
hanya dapat menghubungi karibku di dunia ini saja".
Dalam riwayat
lain oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Ibnu Abbas, dijelaskan bahwa
setelah Rosulullah menyeru kapada kaumnya itu lalu Abu Lahab, paman beliau
berkata:
تَبًّا
لَكَ اَلِهذَا دَعَوْتَنَا ؟ نَزَلَ تَبَّتْ يَدَا اَبِى لَهَبٍ
Artinya :"Celakalah engkau wahai Muhammad hari ini, apakah kami engkau panggil hanya
untuk ini? Maka Allah menurunkan ayat : Tabbat yadaa Abii Lahabin Watab"
Selain itu, ayat
ini menegaskan bahwa mula-mula dakwah Nabi ditujukan kepada keluarga atau
kerabat dekatnya, kemudia secara berangsur-angsur menyeru
masyarakat sekitarnya dan
kemudian kepada manusia seluruhnya. Mula-mula dakwah secara sembunyi-sembunyi,
kemudian setelah pengikutnya kuat dilakukan secara terang-terangan. Inilah awal
perintah Allah kepada Nabi Muhammad
untuk memulai dakwah menyiarkan agama Allah agar manusia mentauhidkan
kepada-Nya dan beramal saleh.
Secara gelobal (Ijmali)
ketiga ayat di atas menjelaskan kepada kita umat Islam bahwa Allah
memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw.
agar menyampaikan dakwahnya kepada keluarga atau kerabat terdekat seperti
istrinya, anak-anaknya dan perintah
bersikap lemah lembut dan penuh kasih sayang kepada orang-orang yang
mengikuti ajakannya dan memberi peringatan dan ancaman akan adzab yang pedih
kepada yang mendurhakai dakwahnya. Isi dakwahnya untuk meyakini dan mempercayai
bahwa tiada Tuhan selain Allah Tuhan yang maha esa.
Dari segi bahasa (etimologi) kata dakwah (دَعْوَةٌ) berasal dari bahasa Arab yaitu (دَعَا – يَدْعُو – دَعْوَةً) yang berarti ajakan, seruan, panggilan, undangan. Jadi yang
dimaksud dengan Ilmu Dakwah ialah : Suatu ilmu pengetahuan yang berisi
cara-cara, tuntunan bagaimana seharusnya menarik perhatian manusia untuk
mengikuti, menyetujui suatu pendapat tertentu dengan cara bijaksana kepada
jalan yang benar sesuai dengan perintah Allah Yang Maha Kuasa demi kebahagiaan
di dunia dan di akhirat.
Kemudian yang disebut penerangan mempunyai suatu
tujuan tertentu, memberikan pengertian terhadap orang lain mengenai sesuatu masalah,
sehingga penerangan merupakan bagian dari dakwah.
Selain dari itu ada juga bagian lain dari dakwah
misalnya penyiaran. Penyiaran bisa juga dipakai untuk memberikan
penjelasan-penjelasan terhadap suatu masalah yang sudah ada pokok
permasalahannya, sehingga penjelasannya datang kemudian.Begitu pula tentang
pendidikan dan pengajaran, juga menjadi bagian dari salah satu alat berdakwah.
(Depag : 2002, hal 113)
Telah banyak perjalanan sejarah yang kita dengar bagaimana hebatnya
tantangan-tantangan kepada orang-orang yang menyampaikan dakwah bahkan kepada
Nabi-Nabi dan Rasul-rasul untuk menunjukkan betapa tidak ratanya jalan yang
harus ditempuh. Namun demikian mereka tidak pernah mundur barang setapakpun.
Sebab bagi kaum muslimin dakwah adalah suatu tugas suci yang wajib
dilaksanakan, tidak perlu cemas dengan adanya tantangan-tantangan tersebut
melainkan tetap optimis tidak perlu ada keragu-raguan, sehingga tetap teguh
keyakinan, teguh keimanan, dakwah tetap berkumandang cahaya dan syiar Islam
tetap terpancar ke seluruh penjuru dunia.
Pada ayat 215 ini Allah memerintahkah kepada Nabi Muhammad agar berlaku dan bersikap rendah hati, lemah
lembut, memperdulikan orang lain dan tidak sombong kepada orang-orang yang
mengikuti seruannya, sehingga hati mereka lebih tertarik dan menyenangi agama
yang baru dianut, dapat terjalin hubungan kasih sayang, mencintai dan menolong
serta membela sesama mukmin.
Dalam ayat 216 ini Allah SWT. memberikan
petunjuk kepada Nabi Muhammad dalam
menjalankan dakwahnya, yaitu apabila kerabat karib, keluarga dekat tidak
mengindahkan seruannya, maka katakanlah kepada mereka bahwa engkau tidak
bertanggung jawab atas keingkaran dan kedurhakaan meraka, bahwa Allah mengancam
dengan adzab-Nya yang sangat keras sebagai balasan terhadap sikap dan perbuatan
mereka, karena itu tidak seorang pun yang mampu melepaskan diri dari adzab,
kecuali orang-orang beriman dan beramal saleh yang dapat terhindar dari adzab
Allah di akhirat nanti.
c.
Kesimpulan Materi
Dari
uraian di atas dapat disimpulkan sebagai berikut:
1) Mula-mula Rosulullah
melakukan dakwahnya kepada kerabat dan keluarga terdekat, kemudian kerabat yang
jauh dan akhirnya kepada seluruh manusia;
2) Rosulullah diperintahkan oleh Allah agar bersikap lemah
lembut dan berlaku hormat serta rendah hati, mengasihi dan mencintai kepada
orang-orang mukmin. Selanjutnya perintah ini juga ditujukan kepada kita ummat
Nabi Muhammad
3) Apabila orang-orang yang
diseru mengikuti ajaran Allah tidak menghiraukannya, tidak mengikuti ajakan
tersebut dan mendurhakainya, maka beritahukan tentang ancaman berupa adzab
Allah yang akan ditimpakan kepada mereka. Tidak ada seorang pun yang terhindar
dari adzab-Nya kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh. (Depag :
2002, hal. 125)
Ekplorasi: Allah
memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw
agar menyampaikan dakwahnya kepada keluarga atau kerabat terdekat seperti
istrinya, anak-anaknya dan perintah
bersikap lemah lembut dan penuh kasih sayang kepada orang-orang yang
mengikuti ajakannya dan memberi peringatan dan ancaman akan adzab yang pedih
kepada yang mendurhakai dakwahnya. Isi dakwahnya untuk meyakini dan mempercayai
bahwa tiada Tuhan selain Allah Tuhan yang maha esa........Renungkan...mengapa
keluarga dan kerabat dengan menjadi sasaran pertama dan utama kegiatan
Dakwah....?
Elaborasi:Setiap
orang harus menyadari, betapa pentingnya keluarga itu bagi kehidupan kita,
karena keluarga dan kerabat dekat memiliki hubungan bathin yang sangat kuat
dalam mendukung segala langkah perbaikan hidup yang dilakukan setiap orang.
Inilah rahasia paling utama untuk menjadikan keluarga sebagai sasaran dakwah
dimasa awal. Karena itu setiap muslim
memiliki tanggung jawab yang besar untuk membina dan mengembangkan
segala potensi yang dimiliki keluarga dan menjadikannya sebagai modal untuk
menggerakan aktifitas dakwah pada lingkup yang lebih besar dalam rangka
membangun “Qoryah Thoyibah”...apa yang anda banyakan dengan keluarga dan
kerabat anda dalam kaitanya dengan peran dakwah....?
Konfirmasi: Mempelajari Al-Qur’an hadis, memerlukan kesungguhan dan keikhlasan, karena itu disarankan agar anda benar-benar serius dalam belajar dan ikhlas untuk mendalami kebenaran yang bermanfaat dalam kehidupan dunia akhirat, simaklah baik-baik Diskripsi Materi: QS. Al-Hijr[15]: 94-96
فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ
الْمُشْرِكِينَ (٩٤)إِنَّا كَفَيْنَاكَ الْمُسْتَهْزِئِينَ (٩٥)الَّذِينَ
يَجْعَلُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ (٩٦)
a. Terjemah Ayat
94. Maka sampaikanlah olehmu secara
terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari
orang-orang yang musyrik.95. Sesungguhnya Kami memelihara kamu daripada
(kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu),96. (yaitu) orang-orang
yang menganggap adanya Tuhan yang lain di samping Allah; Maka mereka kelak akan
mengetahui (akibat-akibatnya).
b. Penjelasan Ayat
Ayat 94 ini memerintahkan kepada Nabi Muhammad SAW agar menyampaikan ajaran agama Allah
secara terang-terangan, tidak sembunyi-sembunyi, tantanglah orang musyik itu,
jangan memperdulikan apa yang mereka katakan dan janganlah kamu takut kepada
mereka.
Sebahagian ahli tafsir mengintepretasikan " وَأَعْرِضْ
عَنِ الْمُشْرِكِينَ " dengan
tidak memperdulikan segala tingkah laku orang-orang musyrik yang telah
mendustakan, memperolok-olok dan menentang kamu, tindakan mereka yang
menghalang-halangimu jangan dijadikan kendala untuk menyiarkan agama. Dia (Allah)
menjagamu dari gangguan mereka.
Ayat 95-96 ini menegaskan kepada Nabi Muhammad dan orang-orang mukmin bahwa Allah akan
menjaga dan memelihara Nabi dan pengikutnya dari perilaku orang-orang Musyrik
Makkah yang meremehkan, menghina dan memperolok-olok Nabi serta mengotori
kesucian Al-Qur'an.
Dalam suatu riwayat dikatakan bahwa orang-orang musyrik Makkah yang sangat meremehkan ajaran Al-Qur'an di
antaranya adalah Al-walid bin Mughirah, Al-Ash bin Wa'il, Al-Haris bin Qais,
Aswad bin Abdul Jaghut dan Aswad bin Muththalib. Dalam sejarah dikenal bahwa
penyebab kematian mereka dikarenakan sikap mereka memperolok-olok dan
mendustakan ajaran Allah.
Allah mengetahui bahwa Nabi
Muhammad prihatin dan sedih melihat
sikap dan tingkah laku orang-orang musyrik Makkah. Untuk mengobati hati yang
sakit ini, Nabi memperbanyak tasbih, dzikir, tahmid, takbir, sembahyang dan
melakukan ibadah-ibadah lainnya serta menahan hawa nafsu. Sifat Nabi ini
hendaklah dijadikan contoh teladan oleh orang-orang mukmin dalam menghadapi segala
permasalahan. Serahkanlah segalanya kepada Allah niscaya Dia akan memberikan
jalan keluar dari permasalahan-permasalahan yang dihadapi.
Di zaman Rosulullah belum ada media massa seperti sekarang ini,
belum ada media cetak, elektronika, surat kabar, radio, film dan televisi
sehingga dakwah hanya dilakukan dengan lisan. Kemudian setelah beliau menerima
tuntunan atas pedoman dari Allah dengan datangnya ayat pertama, beliau lalu
memberikan dakwahnya kepada istrinya, keluarganya, teman-teman dekat. Mula-mula
dengan sembunyi-sembunyi karena khawatir terhadap fitnah kaum Quraisy yang
belum mau melepaskan tradisi mereka. Akhirnya dakwah yang diberikan diarahkan
untuk memberikan dasar-dasar keyakinan sekaligus membentuk kepribadian
masyarakat supaya kuat dan tahan uji dan penuh ketabahan serta kesabaran.
Setelah keyakinan dianggap kuat dengan
ikatan kemasyarakatan walaupun masih terbatas, tetapi telah dianggap mampu
menerima tantangan. Setelah itu barulah Allah memerintahkan melakukan dakwah
secara terang-terangan.
Dengan sikap maju terus pantang mundur
disertai dengan keyakinan, sikap bijaksana, tutur bahasa yang baik dan benar di
dalam berdakwah serta pemaaf dan lemah lembut, maka Islam mandapat sambutan di
mana-mana. Namun demikian walaupun pada awal mulanya Rosulullah selalu mendapat rintangan, tantangan, hinaan,
tetapi hari demi hari pengikut Islam semakin bertambah banyak bahkan persatuan
dan kesatuan pengikutnya menjadi kokoh dan kuat, lebih-lebih setelah masuk Islamnya
dua pemuda perkasa, Hamzah bin Abdul Muththolib dan Umar bin Khaththab
kemenangannya semakin nampak karena pemuda tersebut sangat keras membela agama
Islam, menjadi pembela kebenaran dan pemisah antara kebenaran dan kebatilan.
Akhirnya syiar Islam semakin menyebar di Semenanjung Arabia. ( DEPAG, 2002,
hal. 126-128)
c. Kesimpulan Materi Pembelajaran
Dari tiga ayat tersebut, secara singkat dapat disimpulkan:
1. Allah memerintahkan kepada
Nabi Muhammad agar menyampaikan ajaran
Allah secara terang-terangan kepada kaum musyrikin Makkah
2. Allah memerintahkan agar
Nabi dan pengikutnya tidak gentar dan takut terhadap sikap dan tingkah laku
orang-orang musyrikin Makkah yang selalu memusuhi dan menghina Nabi dan ajaran
yang didakwahkannya sebab Allah menjamin akan memelihara dan menjaga Nabi dan
pengikutnya dari malapetaka yang menimpa mereka
3. Allah juga memberikan
penjelasan kepada Nabi bahwa pada akhirnya nanti orang-orang musyrik Makkah
akan mengetahui akibat-akibat yang akan ditimpakan kepada mereka
4. Orang-orang yang unggul dan
berkualitas akan menjadi pemenang dalam memperebutkan dunia ini. (DEPAG : 2002,
hal. 129)
Rasulullah Muhammad Saw, telah banyak memberikan panduan praktis bagaimana tata cara melakukan dakwah, agar dalam mengemban misi dakwah benar-benar efektif dan bernilai ibadah, maka kita harus merujuk contoh Rasulullah Saw, sebagaimana Diskripsi Materi: Hadits Tentang Kewajiban Berda’wah sebagai berikut:
Hadits pertama
عَنْ
عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِو أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ
قَالَ : بَلِّغُوْا عَنِّى وَلَوْ أيَةً وَ حَدِّثُوْا عَنْ بَنِى إِسْرَائِيْلَ
وَلاَ حَرَجَ وَ مَنْ كَذَّبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ
مِنَ النَّارِ( رَوَاهُ الْبُخَارِى )
a. Terjemah Hadits
Dari Abdullah ibnu Amr, Bahwa Nabi SAW
bersabda : Sampaikan dariku walaupun satu ayat dan ceritakan tentang kaum bani
Israil karena yang demikian itu tiada dosa, Barang siapa yang berdusta atas
namaku dengan sengaja maka bersiaplah tempatnya di Neraka ( HR. Bukhari no.
3202)
b. Penjelasan Hadits
Hadits di atas menjelaskan bahwa Nabi
Muhammad saw memerintahkan untuk menyampaikan apa yang bisa ditangkap dari
beliau, Hadits ini tidak mensyaratkan bahwa untuk menyampaikan dakwah harus
mempunyai bekal ilmu yang memadahi dulu baru bisa untuk mengajak orang lain,
namun dalam berdakwah bisa dilakukan walau pada saat itu baru satu atau dua
ayat yang dipahami. Hal demikian dapat dipahami dari ungkapan (وَلَوْ أيَةً
) Dan dakwah tidak selalu harus
berbentuk ceramah, pidato, atau debat, hemat penulis dakwah juga bisa dilakukan
dengan memberi contoh yang baik dan istiqomah dari hasil mengkaji ayat-ayat
Allah dan Hadits Rasulallah. Sehingga orang lain
akan melihat dan akhirnya tertarik dan mengikuti.
c. Kesimpulan Materi
Dari Hadits di atas, disimpulkan bahwa:
1) Dilarang menyembunyikan atau
tidak menyampaikan ilmu kepada orang lain, atau perintah untuk menyampaikan
ilmu meski sesuai pengetahuan yang dimiliki;
2) Kewajiban dakwah/ meyampaikan
kebenaran tidak hanya tidak seorang ulama’ atau orang yang berpengetahuan luas,
tetapi siapa saja yang memiliki pengetahuan yang meskipun sedikit;
3) Larangan mendustakan sesuatu
terhadap nabi saw;
4) Tempat tinggal neraka merupakan konsekwensi
orang yang dengan sengaja membuat keduataan terhadap Nabi saw.
Hadits kedua
عَنْ
اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلم : مَنْ دَعَا اِلَى هُدًى
كَانَ لَهُ مِنَ اْلاجْرِ مِثْلُ اُجُوْرِ مَنْ تَبِعَهُ لا يَنْقُصُ ذلِكَ مِنْ اُجُوْرِهِمْ شَيْئًا
وَمَنْ دَعَا اِلَى الضَّلالَةِ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الاثْمِ مِثْلُ اَثَامِ مَنْ
تَبِعَهُ لا يَنْقُصُ ذلِكَ مِنْ اَثَامِهِمْ شَيْئًا
a. Terjemah Hadits
Dari Abu Hurairah ra ia berkata :
Rosulullah SAW bersabda : Barang siapa
yang hendak mengajak kepada kebaikan maka dia akan memperoleh pahala atas
perbuatan baiknya itu serta pahala orang yang mengikuti dan melaksanakan
kebaikan dengan tanpa dikurangi sedikit pun. Sebaliknya bagi siapa saja yang
mengajak kesesatan atau kemungkaran, maka dia mendapat dosa sebagai balasan
atas perbuatannya sendiri (ditambah) dosa sebanyak dosa orang yang mengikutinya
tanpa dikurangi sedikit pun. (HR Abu Dawud, Ahmad, Nasai, Turmudzi dan Ibnu Majah)
b.
Penjelasan Hadits
Nabi Muhammad saw menjelaskan kepada kita bahwa pahala orang berdakwah itu
besar bukan saja pahala yang diberikan Allah atas perbuatan baiknya yang
dilakukan sendiri, tetapi juga akan diberikan pahala sebanyak pahala
orang-orang yang mengikuti perbuatan baik yang dianjurkan. Pahala ini
diberikan oleh Allah hingga hari akhir tanpa dikurangi sedikit pun. Hal ini
menunjukkan sifat Rahman dan Rahim-Nya yang dikaruniakan kepada orang-orang
yang dikehendaki.
Sebaliknya, orang yang mengerjakan kejahatan dan kemudian dia menganjurkan
atau mengajak orang lain untuk melakukan seperti yang dia lakukan, maka orang
tersebut mendapatkan dosa atas perbuatan jahat yang dilakukan, maka orang
tersebut mendapat dosa atas perbuatan jahat yang dia lakukan dan ditambah dosa
sebanyak dosanya orang-orang yang mengikutinya tanpa dikurangi sedikit pun
sampai hari kiamat.
Ancaman Allah seperti ini sangat wajar
sekalipun yang berbuat adalah orang lain, tetapi perbuatan itu terjadi
dikarenakan ajakan atau anjuran. Bila tidak diajak atau dianjurkan, sangat
mungkin orang lain tidak melakukannya. (DEPAG : 2002, hal 143-144)
Hadits ketiga
عَنْ
اَنَسٍ عَنِ النَّبِىِّ صلم قَالَ : يَسِّرُوا وَلا تُعَسِّرُوا بَشِّرُوا وَلا
تُنَفِّرُوا (متفق عليه)
a. Terjemah Hadits
Dari Anas ra. Dari Nabi SAW., beliau bersabda:
"Permudahlah dan jangan mempersukar, gembirakanlah dan jangan
menakut-nakuti". (H.R. Bukhari-Muslim)
b. Penjelasan Hadits
Hadits di atas
memerintahkan kepada ummat Islam agar dalam menjalankan dakwahnya supaya dilakukan
dengan sikap lemah lembut. Tutur kata yang baik, fleksibel, metode yang baik,
menggunakan bahasa yang mudah mereka terima sehingga orang yang diseru
tertarik, mengikuti ajakan dan senang terhadap yang didakwahkan. Peringatan
dengan cara lemah lembut dan bijaksana lebih menyentuh hati dan dapat mengenai
sasaran dibanding dengan peringatan yang keras dan kasar.
Janganlah dakwah itu dilakukan dengan kasar, menakut-nakuti, memaksa atau
memberi ancaman karena cara-cara dakwah seperti itu tidak menyebabkan orang
yang diseru senang dan mendekat tetapi menjauhi, tidak mengikuti ajakan bahkan
memusuhi dan bisa menghalang-halangi. Janganlah mengungkit-ungkit kesalahan
yang mereka lakukan tanpa disadari atau disengaja.
Prilaku baik dan lemah lembut yang
ditampilkan Rosulullah terhadap ummatnya
yang mencaci maki, membenci, memusuhi dan menghina kepada beliau patut kita jadikan
suri tauladan. Karena cara dakwah seperti itu dapat mengubah ummat yang
jahiliyah menjadi bertauhid, menghargai dan menghormati orang lain. Pada
akhirnya mereka disegani, dihormati dan ditakuti oleh musuh.
Kemudian Perintah Allah untuk berdakwah
dengan lemah lembut seperti di atas tidak kemudian diartikan kita boleh
bersikap masa bodoh terhadap kemungkaran dan kemaksiatan, tetapi perintah
tersebut dimaksudkan agar dalam melaksanakan dakwah dijalankan dengan cara yang
terbaik. Berdakwah Diperbolehkan menggunakan cara-cara keras dan bahkan memaksa
apabila Seorang Da'i mempunyai kemampuan baik Kekuatan Pangkat, Jabatan maupun
harta dan ia yakin hanya dengan metode
tersebut kemunkaran dan kemaksiatan dapat terhenti. (Depag : 2002, hal 134)
Dalam hadits lain, riwayat Muslim
disebutkan:
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رضي
الله عنه قال : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
يَقُولُ مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ
يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ
الْإِيمَانِ (رواه مسلم)
Artinya : Dari Abi Sa’id Al Khudry ra. ia berkata : Aku mendengar
Rosulullah saw bersabda : “Siapapun di antara kamu yang melihat kemungkaran
hendaklah mengubahnya dengan tangan atau kekuasannya. Apabila tidak mampu
dengan cara ini, maka hendaklah menggunakan lisannya, apabila dengan cara itu
tidak mampu maka hendaklah dengan hatinya. Demikian itu (cara yang terakhir)
adalah termasuk selemah-lemah iman” (HR. Muslim)
c.
Kesimpulan Materi
1. Hendaknya dakwah dijalankan
dengan cara yang baik, lemah lembut dan membuat orang yang diseru tertarik dan
menyenangi yang diserukan kepada mereka.
2. Dakwah tidak boleh
dijalankan dengan cara-cara yang kasar, keras, memaksa atau yang membuat orang
menjauhi ajakan. Namun apabila dalam keadaan terpaksa, tidak ada jalan lain dan
tidak menimbulkan madlarrat, maka cara-cara dakwah seperti ini diperbolehkan
sehingga kemasiatan dan kemungkaran dapat dihentikan. (Depag : 2002, hal 135)
3. Apabila seseorang melakukan
perbuatan baik dan mengajak orang lain berbuat kebaikan, maka dia akan
memperoleh pahala dua kali lipat. Yaitu pahala atas kebaikan yang diperbuat
sendiri dan pahala orang-orang yang mengikuti anjuran. Namun apabila dia hanya
menganjurkan orang lain untuk melakukan perbuatan baik sementara dia sendiri
secara terpaksa tidak bisa melakukannya, maka dia akan memperoleh pahala orang
yang mengikuti anjurannmya
4. Apabila seseorang melakukan
kejahatan dan mengajak orang lain, maka dia akan mendapat dua dosa, yaitu dosa
atas perbuatannya sendiri dan dosa orang lain yang mengikutinya. Apabila
seseorang hanya menganjurkan perbuatan jahat tetapi dia sendiri tidak
melakukannya, maka dia akan memperoleh dosa sebanyak kejahatan yang dilakukan
orang lain atas anjurannya tersebut. (Depag : 2002, hal 144)
LEMBAR KERJA SISWA
1. Tuliskan kembali Hadits di bawah ini
lengkap dengan syakalnya dan simpulkan isinya!
عَنْ
اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلم : مَنْ دَعَا اِلَى هُدًى
كَانَ لَهُ مِنَ اْلاجْرِ مِثْلُ اُجُوْرِ مَنْ تَبِعَهُ لا يَنْقُصُ ذلِكَ مِنْ اُجُوْرِهِمْ شَيْئًا
وَمَنْ دَعَا اِلَى الضَّلالَةِ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الاثْمِ مِثْلُ اَثَامِ مَنْ
تَبِعَهُ لا يَنْقُصُ ذلِكَ مِنْ اَثَامِهِمْ شَيْئًا
2. Tidak semua bentuk prakarsa,
gagasan dan ajakan dibenarkan dalam agama. Jelaskan dengan singkat wilayah dan
masalah apa yang dibenarkan dalam agama !.
3. Bagimana menurut pendapatmu
bila seseorang mempunyai kemampuan untuk membrantas kemungkaran namun ia tidak
melakukannya? Contoh seorang Presiden, Para Mentri, Panglima ABRI
atau Jabatan lain yang memang mempunyai wewenang dan kekuatan untuk merubah
kemaksiatan.
4. Tuliskan matan Hadits Tentang
Perintah Bersikap lemah lembut !.
5. Semua orang beriman wajib
menjalankan dakwah, walaupun ilmu yang dilimiki belum memadai. Tulislah dalil
yang menguatkan statemen di atas!.
6. Identifikasikan
Sikap Positif Yang Harus Dimiliki Juru Dakwah:
|
No
|
Jenis Sikap Positif
|
Pelajaran Yang Diambil
|
Cara Mengembangkanya
|
|
1
|
|
|
|
|
2
|
|
|
|
|
3
|
|
|
|
|
4
|
|
|
|
|
5
|
|
|
|
TES PENGUASAAN MATERI
A. Pilihlah jawaban A,B,C,D atau E yang kamu
yakini benar!
1. Isi seruan dan peringatan
yang disampaikan oleh Rosulullah pada saat mengumpulkan keluarga dan familinya
yang berkaitan dengan turunnya Qs Asy-Syua’ro ayat 214 – 216 adalah …
a.
Selamatkanlah dirimu dari api neraka
b. Selamatkan dirimu dari
kerusakan moral
c.
Selamatkan dirimu dari kemiskinan
d. Selamatkan dirimu dari
kebodohan
e.
Selamatkan dirimu dari kebatilan
2. Di bawah ini merupakan dasar-dasar yang dapat
digunakan oleh seorang dai dalam melakaukan aktifitas dakwahnya kecuali …
a.
Dakwah hendaknya disampai-kan oleh orang yang sudah akil baliq
b. Dakwah hendaknya semata-mata
karena Allah
c.
Dakwah hendaknya dilakukan dengan hikmah
d. Dakwah hendaknya
dilaksana-kan dengan berulang-ulang
e.
Pemberi dakwah harus berperilaku konsisten dengan nilai-nilai dan ajaran
Islam.
3. Melihat prilaku burung
apabila ia hendak mendekati betina adalah dengan merendahkan sayapnya. Berangkat
dari fenomena alam ini dapat diambil pelajaran bahwa manusia bila hendak mendekati seseorang
adalah harus:
a. tegas
b. merendah
c. Diplomatis
d. waspada
e. Teliti
4. Sebagai seorang muslim
adalah berkewajiban untuk melaksanakan dakwah sesuai dengan kemampuannya dan
secara maksimal, karena pada hakikatnya hasil dakwah adalah
a. tidak dibebankan kepada
manusia
b. diberi pahala jika dakwahnya
berhasil
c. pahala yang diberikan
tergantung pada jumlah obyek dakwahnya
d. dikembalikannya kepada Allah
e. jawaban a dan d benar
5. Melihat bentuk kata اُدْعُ
إِلَى dalam surat An-Nahl
ayat 25 dapat diambil kesimpulan dari segi hukum bahwa berdakwah itu hukumnya
....
a. sunnah
b. mubah
c. wajib
d. jaiz
e. makruh
6. Cara berdakwah sangat
ditentukan oleh obyek dakwah itu sendiri. Adapun cara berdakwah pada orang awam
yang paling tepat adalah ...
a.
bil hikmah
b. bil mauidzah hasanah
c.
bil mujadalah
d. bil sunnah
e.
bil ijtihadah
7. Metode dakwah yang paling
tepat untuk kaum intelektual dan kaum terpelajar adalah ...
a.
dengan argumen yang rasional
b. dengan penuh toleransi
c.
dengan ceramah yang menarik
d. dengan langsung memberi
contoh
e.
dengan sendirian.
8. kata yang artinya jalan
dalam bahasa arab ditemukan lebih dari satu yaitu thariq, Syaari’ Syirath dan
Sabil dan dalam kitab Mabahits fi ulumil Al-Qur’an yang ditulis Manna’ulqhotton
dijelaskan bahwa ditinjau dari segi bahasa sabil mengandung arti
a.
jalan yang lurus
b. jalan kesesatan
c. terkadang digunakan untuk
jalan lurus dan sesat
d. hanya digunakan untuk jalan
lurus yang bermakna immaterial
e.
Riwayat perjalanan
9. Cara berdakwah sangat
ditentukan oleh obyek dakwah itu sendiri. Adapun cara berdakwah pada orang awam
yang paling tepat adalah ...
a. bil hikmah
b. bil mauidzah hasanah
c. bil mujadalah
d. bil sunnah
e. bil ijtihadah
10. Metode dakwah yang paling
tepat untuk kaum intelektual dan kaum terpelajar adalah ...
a. dengan argumen yang rasional
b. dengan penuh toleransi
c. dengan ceramah yang menarik
d. dengan langsung memberi
contoh
e. dengan sendirian.
11. Dibawah ini adalah
dasar-dasar yang dapat digunakan oleh seorang dai dalam berdakwah kecuali …
a. Dakwah hendaknya disampaikan
oleh orang yang sudah akil baliq
b. Dakwah hendaknya semata-mata
karena Allah
c. Dakwah hendaknya dilakukan
dengan hikmah
d. Dakwah hendaknya
dilaksanakan dengan berulang-ulang
e. Pemberi dakwah harus
berperilaku konsisten dengan nilai-nilai dan ajaran Islam.
12. Sebagai seorang muslim
adalah berkewajiban untuk melaksanakan dakwah sesuai dengan kemampuannya dan
secara maksimal, karena pada hakikatnya hasil dakwah adalah
a. tidak dibebankan kepada
manusia
b. diberi pahala jika dakwahnya
berhasil
c. pahala yang diberikan
tergantung pada jumlah obyek dakwahnya
d. dikembalikannya kepada Allah
e. jawaban a dan d benar
13. اُدْعُ إِلَى
سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ
وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ .....
Potongan ayat tersebut yang
sesuai adalah ...
a.
بِالَّتِيْ
هِيَ أَفْضَل
b. بِالَّتِيْ هِيَ خَيْر
c.
بِالَّتِيْ
هِيَ أَحْسَن
d. بِالَّتِيْ هِيَ أَقْرَب
e.
بِالَّتِيْ
هِيَ أَذْهَب
14.
اُدْعُ
إِلَى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ
Ayat yang digaris bawahi
tersebut arti harfiahnya adalah ke ....
a. agama Islam
b. jalan Tuhanmu
c. jalan lurus
d. jalan cepat
e. jalan santai
15.
إِنَّ
رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ
ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهِ
Akhir Q.S An-Nahl : 125 yang
benar adalah ...
a.
وَهُوَ أَعْلَمُ باِلظاَّلِمِيْن
b.
وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْغَافِلِيْن
c.
وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُحْسِنِيْن
d.
وَهُوَ أَعْلَمُ باِلْمُفْلِحِيْن
e.
وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْن
16. Salah satu faktor
keberhasilan berdakwah seorang da’i harus mampu ibda’ binafsihi, maksudnya
adalah …
a. Menguraikan ceramahnya
dengan bahasa yang lancar
b. Memulai memberi contoh dari
dirinya
c. Mampu menggunakan bahasa
yang menggugah semangat
d. Bersikap lemah lembut
e. Memberikan toleransi pada
umat
17. Sedangkan berdakwah dengan
terjun langsung ke obyek dakwah dan di sertai dengan contoh-contoh yang konkrit
disebut …
a. da’wah bil maqal
b. da’wah bil hal
c. da’wah Islamiyah
d. da’wah bil hikmah
e. da’wah bil mujadalah
18. Sebagai seorang Muslim maka
kewajiban berdakwah akan selalu melekat pada dirinya di mana saja berada karena sejatinya cara berdakwah dapat berupa
adalah ...
a. Memberi contoh prilaku yang
baik
b. Mengajak berbuat baik
c. Tidak mendukung kemaksiatan
d. Diam dan pasif
e. Jawaban a, b dan c benar
19. Dalam sebuah riwayat saat
nabi berdakwah ada sebagian orang-orang yang ketika diajak nabi untuk masuk
Islam respon mereka justru malah mengejek dan menghina beliau dan
mengolok-oloknya bahkan mendurhakainya. Dan akhirnya karena perbuatannya,
mereka mati dengan mengenaskan. Nama-nama mereka itu adalah, kecuali…
a.
Al-walid bin Mughirah
b. Al-Ash bin Wa'il
c.
Aswad bin Muththalib
d. Abu Sofyan
e.
Al-Haris bin Qais
20. مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا
فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ ... Potongan hadits tersebut yang sesuai adalah …
a. يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِه
b. يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِه
c. يَسْتَطِعْ فَبِسَيْفِه
d. يَسْتَطِعْ فَبِقَدْرِه
e. يَسْتَطِعْ فَبِمَالِه
21. فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ yang dimaksud dengan potongan hadits diatas adalah ..
a. Dengan jabatan yang dimiliki
b. Dengan kekuasaan yang dimiliki
c. Dengan harta yang dimiliki
d. Dengan ketrampilan yang dimiliki
e. Hanya sebatas mempunyai kemampuan untuk mengingatkan dengan bahasa.
22. وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ Maksud ungkapan di atas
adalah
a. Iman itu bertingkat-tingkat
b. Menghindari dari kemungkaran dengan hati merupakan jenis tingkatan iman
c. Merubah dari kemungkaran hanya dengan hati adalah bukti keimanan masih
lemah
d. Keimanan orang muslim masih harus ditingkatkan
e. Semua tingkatan keimanan berbeda yang satu dengna yang lain
23. فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ yang dimaksud dengan potongan hadits diatas
adalah ..
a. Dengan jabatan yang dimiliki
b. Dengan kekuasaan yang dimiliki
c. Dengan harta yang dimiliki
d. Dengan ketrampilan
yang dimiliki
e. Semua jawaban
benar
24. Hadits مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا mengandung pengertian bahwa mencegah, menghambat,
menghilangkan, dan merubah kemungkaran merupakan tanggung jawab ...
a. para pemuka agama
b. para kyai
c. para pemegang kekuasaan
d. para ustad-ustad
e. siapa saja yang melihat dan mengetahui
25. hadits
tersebut di atas juga mengandung pemahaman ...
a. hani anil munkar itu dilakukan sesuai dengan kapasitasnya masing-masing
b. siapa saja seorang mukmin/muslim terkena tanggung
jawab nahi ‘anil munkar
c. orang yang tidak malakukan nahi anil mungkar adalah jauh dari keimanan yang sebenarnya
d. mengandung sindiran dan anjuran untuk tidak mendaji seseorang yang imannya
lemah karena nahi anil mungkarnya
hanya dengan hatinya saja, tanpa bisa berbuat apa-apa
e. Semua jawaban
benar
B.
Jawablah pertanyaan
berikut dengan benar!
1. Jelaskan isi kandungan Q.S
Asy-Syu’ara ayat 214-216 dan pelajaran apa yang dapat kamu ambil dari ayat
tersebut !
2. Jelaskan apa yang dilakukan
nabi setelah turunnya surat Al Hijr ayat 94 – 96 !
3. Di sebuah kampung sebagian
penduduknya rata-rata hanya berpendidikan SD dan SMP
dan hanya sebagian kecil yang tamat SMA, Cari dan pilihlah metode yang paling
cocok bagi masyarakat di kampung
tersebut !
4. Ada temanmu yang berpendapat
bahwa berdakwah harus mempunyai keahlian khusus, terutama Bahasa arab dan
mengerti tafsir Al-Qur’an dan Al- hadits sehingga kalau tidak mempunyai bekal
tersebut tidak boleh berdakwah, bahkan tidak ada kewajiban bagi dirinya untuk
berdakwah. Bagimana menurut pendapat anda dengan temanmu tersebut !
5. Sebutkan beberapa point
tentang pedoman berdakwah !
Tausiyah:
Berbicaralah Yang Jujur, Baik Dan Benar, Sesungguhnya Kalian Telah
Merintis Jalan Sukses Yang Mengantarkan Pada Masa Depan Gemilang
Komentar
Posting Komentar