Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Puji-Pujian Setelah Adzan

A da 2 hal yang kadang dibaca   bersama jelang iqamat, yaitu doa atau pujian, seruan mengajak berjamaah dan sebagainya. Terkait dengan doa yang dibaca, dijelaskan dalam sebuah hadis: عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ g   لاَ يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ ( رواه أبو داود رقم 521 والنسائي في "عمل اليوم والليلة" رقم 67 وابن خزيمة في "صحيحه" رقم 425 ورواه الترمذي 3594) “Tidak akan ditolak sebuah doa yang dibaca antara adzan dan iqamat” (HR Abu Dawud No 521, dinilai sahih oleh Ibnu Khuzaimah). Pada intinya doa yang dibaca adalah karena waktu tersebut adalah waktu mustabah. Sementara melantunkan syair di dalam masjid, apabila dalam syair tadi mengandung pujian yang benar, petuah-petuah, etika, atau ilmu-ilmu yang bermanfaat adalah boleh. Seorang sahabat Hassan bin Tsabit telah benar-benar melantunkan syair-syair pujian kenabian di masjid Madinah di hadapan Rasulullah Saw dan para sahabat. Berikut riwayatnya: وَفِي...

Doa Ruku’ dan Sujud

Pertanyaan: Ketika kami melakukan salat, bacaan dalam ruku' dan sujud ada tambahan lafadz 'wa bi hamdihi' . Kemudian ada yang menyalahkan bahwa katanya lafadz tersebut tidak ada dalam hadis dan hanya ada dalam kitab-kitab kuning. Benarkah demikian dalam keterangan ilmu fikih? Terima kasih. Abdul Mujib Sby Jawaban: Bacaan   dalam   ruku'   dan   sujud   ada   dua   riwayat   dari Rasulullah Saw, sama seperti bacaan iftitah. Dalam beberapa riwayat seperti Imam Bukhari dan Muslim berupa "Subhana Rabbi al-'Adzimi" dan "Subhana Rabbiya al-A'la" tanpa ada lafadz 'Wa bi hamdihi' . Namun dalam riwayat lain ada tambahan lafadz 'Wa bi hamdihi' , seperti dalam Sunan Abu Dawud No 870 Sunan Daruquthni No 1308, dll. زَادَ عُقْبَةُ بْنِ عَامِرٍ قَالَ فَكَانَ رَسُولُ اللهِ g إِذَا رَكَعَ قَالَ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ ثَلَاثًا وَإِذَا سَجَدَ قَالَ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ ثَلَاثًا (ر...

Mengeraskan Basmalah

Pertanyaan: Kuatkah dalil tentang mengeraskan bacaan Bismillah saat salat? MWC NU Gubeng Jawaban: Bagi kita yang membaca Basmalah dengan suara keras dalam al-Fatihah adalah berdasarkan riwayat Imam Syafii dari Ibu Abbas: (قَالَ الشَّافِعِيُّ) وَبَلَغَنِي أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ k كَانَ يَقُوْلُ إنَّ رَسُولَ اللهِ g كَانَ يَفْتَتِحُ الْقِرَاءَةَ بِبِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (الأم 1/ 107) “Imam Syafii meriwayatkan hadis dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah Saw mengawali bacaan dengan Bismillah” (al-Umm 1/107) Terkait status riwayat ini dinilai sahih oleh banyak ulama: وَعَن أَبِي هُرَيْرَةَ h قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ g إِذَا قَرَأْتُمْ الْحَمْدَ فَأْقَرُؤْا بِسْمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ إِنَّهَا أُمُّ الْقُرْآنِ وَأُمُّ الْكِتَابِ وَالسَّبْعُ الْمَثَانِي وَبِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ إِحْدَى آيَاتِهَا رَوَاهُ الدَّارُقُطْنِي بِإِسْنَادِ كُلٍّ رِجَالُهُ ثِقَاتٌ لاَ جَرَمَ ذَكَرَهُ ابْنُ السَّكَنِ فِي سُنَنِهِ الصِّحَاحِ (تحفة المحتاج إلى أدلة الم...

Dzikir Suara Keras

Dalil mengeraskan dzikir setelah salat berdasarkan riwayat Ibnu Abbas berikut ini: اِنَّ رَفْعَ الصَّوْتِ بِالذِّكْرِ حِيْنَ يَنْصَرِفُ النَّاسُ مِنَ الْمَكْتُوْبَةِ كَانَ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ g وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ كُنْتُ أَعْلَمُ إِذَا انْصَرَفُوْا بِذَلِكَ إِذَا سَمِعْتُهُ (رواه البخاري) ”Sesungguhnya mengeraskan (bacaan) dzikir setelah para sahabat selesai melakukan salat wajib sudah ada sejak masa Nabi Muhammad Saw.” Ibnu Abbas berkata: “Saya mengetahui yang demikian setelah mereka melakukan salat wajib dan saya mendengarnya” HR Bukhari No 796, Muslim No 919, Ahmad No 3298, dan Ibnu Khuzaimah No 1613. Riwayat Ibnu Abbas ini juga diperkuat oleh sahabat Abdullah bin Zubair, ia berkata: "Rasulullah Saw mengeraskan ( yuhallilu ) kalimat-kalimat dzikirnya setiap selesai salat" (Sahih Muslim No 1372, Ahmad No 16150 dan al-Baihaqi, al-Sunan al-Kubra No 3135) Dari hadis ini Imam Nawawi berkata: هَذَا دَلِيْلٌ لِمَا قَالَهُ بَعْضُ السَّلَفِ أَنَّهُ يُسْتَحَب...