Pertanyaan:
Apa yang mendasari
dilarangnya salat sunah setelah Ashar? Ahmad, Sby.
Jawaban:
Ibadah Salat, baik yang wajib maupun sunah,
dilakukan secara tasyri' (hal-hal yang disayriatkan oleh Allah melalui Nabi Muhammad
Saw). Salat juga sudah ditentukan waktu pelaksanaannya, kecuali salat sunah
mutlak (seperti salat Hajat, salat Istikharah, salat Tahiyat al-Masjid dll),
maka boleh dilakukan kapan saja.
Namun khusus salat Ratibah (salat yang
mengiringi salat wajib, baik sebelum atau sesudahnya) yang setelah Ashar atau
Shubuh tidaklah diperbolehkan. Diriwayatkan:
عَنْ عُمَرَ
أَنَّ النَّبِىَّ g نَهَى
عَنِ الصَّلاَةِ بَعْدَ الصُّبْحِ حَتَّى تَشْرُقَ الشَّمْسُ، وَبَعْدَ الْعَصْرِ حَتَّى
تَغْرُب (رواه أحمد والبخارى ومسلم وابن ماجه
والترمذى والنسائى وأبو داود وابن خزيمة)
“Ada
seorang sahabat Nabi Saw yang setelah Ashar melakukan salat sunah Ba'diyah,
maka dimarahi oleh Sayidina Umar, beliau berkata: "Sesungguhnya Rasulullah
Saw melarang salat sunah setelah Ashar" (Riwayat Ahmad No
28445)
Larangan tersebut berdasarkan hadis:
عَنْ عَلِىٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ
اللهِ g لاَ يُصَلَّى
بَعْدِ الْعَصْرِ إلاَّ أَنْ تَكُونَ الشَّمْسُ بَيْضَاءَ مُرْتَفِعَةً (رواه
أحمد وأبو داود والبيهقى عن على)
"Janganlah
salat setelah Ashar kecuali jika kamu salat sementara matahari telah tinggi
(maksudnya tenggelam / Maghrib)" (HR Ahmad No 610
dan Abu Dawud No 1274, hadis ini juga banyak memiliki jalur riwayat)
Apa alasannya? Rasulullah Saw bersabda
لاَ تُصَلُّوا عِنْدَ طُلُوعِ
الشَّمْسِ فَإِنَّهَا تَطْلُعُ بَيْنَ قَرْنَىْ شَيْطَانٍ وَيَسْجُدُ لَهَا كُلُّ كَافِرٍ
وَلاَ عِنْدَ غُرُوبِهَا فَإِنَّهَا تَغْرُبُ بَيْنَ قَرْنَىْ شَيْطَانٍ وَيَسْجُدُ
لَهَا كُلُّ كَافِرٍ (أخرجه أحمد رقم 20181 وابن خزيمة رقم 1274)
"Janganlah
salat ketika terbit matahari (setelah Shubuh), Sebab matahari terbit diantara
dua tanduk syetan dan setiap orang kafir sujud kepadanya. Dan jangan salat
ketika tenggelam matahari (setelah Ahar). Sebab matahari terbenam diantara dua
tanduk syetan dan setiap orang kafir sujud kepadanya"
(HR Ahmad No 20181, Ibnu Khuzaimah No 1274, dan diriwayatkan melalui banyak
jalur). Wallahu A'lam.
Komentar
Posting Komentar