Pertanyaan:
Sebagai
orang Nahdliyin yang masih awam kami masih belum bisa memberi jawaban yang
tepat ketika ada yang bertanya apakah dasar hukum (hadis) baca qunut dalam
salat Subuh? yang kami tahu di madzhab Syafii baca qunut hukumnya
sunah saat salat Subuh.
Mohon
penjelasannya. Terima kasih.
"Al-Fath" Surabaya.
Jawaban:
Dasar
ulama madzhab Syafiiyah tentang Qunut adalah hadis berikut:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ
قَالَ مَا زَالَ رَسُولُ اللهِ g يَقْنُتُ فِي الْفَجْرِ
حَتَّى فَارَقَ الدُّنْيَا (رواه أحمد
والدارقطني)
“Diriwayatkan dari
Anas Ibn Malik. Beliau berkata, “Rasulullah Saw senantiasa membaca qunut ketika
shalat subuh sehingga beliau wafat.” (Musnad Ahmad bin Hanbal, juz III, hal. 162 [12679], Sunan
al-Daraquthni, juz II, hal. 39 [9]).
Sanad
hadits ini shahih sehingga dapat dijadikan pedoman. Imam Nawawi di dalam kitab al-Majmu’
menegaskan:
حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ رَوَاهُ
جَمَاعَةٌ مِنَ الْحُفَّاظِ وَصَحَّحُوْهُ وَمِمَّنْ نَصَّ عَلَى صِحَّتِهِ
اْلحَافِظُ أَبُوْ عَبْدِ اللهِ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيٍ الْبَلْخِي، وَالْحَاكِمُ
أَبُوْ عَبْدِ اللهِ فِي مَوَاضِعَ مِنْ كُتُبِ الْبَيْهَقِي وَرَوَاهُ
الدَّارَقُطْنِي مِنْ طُرُقٍ بِأَسَانِيْدَ صَحِيْحَةٍ (المجموع
ج 3 ص 504)
“Hadits tersebut adalah shahih. Diriwayatkan oleh banyak ahli
hadits dan mereka kemudian menyatakan kesahihannya. Di antara orang yang
menshahihkannya adalah al-Hafizh
Abu Abdillah Muhammad bin Ali al-Balkhi serta al-Hakim Abu Abdillah di dalam
beberapa tempat di dalam kitab al-Baihaqi. Al-Daraquthni juga meriwayatkannya
dari berbagai jalur sanad yang shahih.” (Al-Majmu’, juz III, hal. 504).
Tidak hanya madzhab Syafii, madzhab Maliki pun
menghukumi Qunut tersebut sebagai mustahab (dianjurkan). Sedangkan ulama
Hanafiyah dan Hanabilah tidak memperbolehkan membaca Qunut saat salat Subuh
dengan dalil hadis riwayat Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah (Fatawa al-Azhar
V/9). Dengan demikian, ulama yang menghukumi sunah atau yang tidak, kesemuanya memiliki
dalil dari hadis.
Komentar
Posting Komentar