Ada 2 hal yang kadang dibaca bersama jelang iqamat, yaitu doa atau pujian, seruan mengajak berjamaah dan sebagainya. Terkait dengan doa yang dibaca, dijelaskan dalam sebuah hadis:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِg
لاَ يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ (رواه أبو داود رقم 521 والنسائي في "عمل اليوم والليلة" رقم 67 وابن خزيمة في "صحيحه" رقم 425 ورواه الترمذي 3594)
“Tidak
akan ditolak sebuah doa yang dibaca antara adzan dan iqamat”
(HR Abu Dawud No 521, dinilai sahih oleh Ibnu Khuzaimah). Pada intinya doa yang
dibaca adalah karena waktu tersebut adalah waktu mustabah.
Sementara melantunkan syair di dalam masjid, apabila
dalam syair tadi mengandung pujian yang benar, petuah-petuah, etika, atau
ilmu-ilmu yang bermanfaat adalah boleh. Seorang sahabat Hassan bin Tsabit telah
benar-benar melantunkan syair-syair pujian kenabian di masjid Madinah di
hadapan Rasulullah Saw dan para sahabat. Berikut riwayatnya:
وَفِي صَحِيْحِ
الْبُخَارِيْ اَنَّ عُمَرَ h مَرَّ فِي
الْمَسْجِدِ وَحَسَّانُ يُنْشِدُ فِيْهِ الشِّعْرَ فَلَحِظَ اِلَيْهِ فَقَالَ
كُنْتُ أُنْشِدُ فِيْهِ وَفِيْهِ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنْكَ ثمَّ الْتَفَتَ إِلَى
أَبِي هُرَيْرَةَ فَقَالَ أَنْشُدُكَ بِاللهِ أَسَمِعْتَ رَسُوْلَ اللهِ g يَقُوْلُ أَجِبْ
عَنِّي اللَّهُمَّ أَيِّدْهُ بِرُوْحِ الْقُدُسِ قَالَ نَعَمْ (رواه
البخاري رقم 3212 ومسلم
رقم 6539)
"Umar lewat di masjid sementara Hassan membaca syair. Hassan melirik
kepadanya dan berkata: Saya membaca syair di masjid, dan di dalamnya ada orang
yang lebih baik daripada anda. Kemudian Umar menoleh ke Abu Hurairah, lalu
bertanya: Saya bersumpah untukmu demi Allah, apakah kamu mendengar Rasulullah
bersabda: Kabulkan saya, Ya Allah, kokohkan Hassan dengan malaikat Jibril? Abu
Hurairah menjawab: Ya, saya mendengarnya") HR al-Bukhari No 3212 dan Muslim No 6539(
Komentar
Posting Komentar